Tampilkan postingan dengan label tourism. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tourism. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Maret 2012

Wayang


Menurut R.T. Josowidagdo,wayang berarti “ayang-ayang” atau bayangan sebab yang kita lihat adalah bayangannya pada kelir yaitu kain putih yang dibentang sebagai pentas pergelaran wayang. Bayang-bayang wayang muncul karena adanya sinar “belencong” yang bergantung di atas kepala sang dalang. Ada pula yang mengartikan wayang merupakan “bayangan angan-angan” oleh karena dalam ceritanya menggambarkan nenek moyang atau orang-orang terdahulu dalam angan-angan.

Dalam hal ini penciptaan semua bentuk wayang selalu disesuaikan dengan watak, sifat, dan perilaku tokoh-tokoh yang dibayangkan. Seperti tokoh yang memiliki karakter baik digambarkan dengan berbadan lurus, bermuka tampan, gagah dan berpandangan tajam. Tokoh jahat digambarkan bentuk tubuh yang besar, kasar, bermuka lebar, berhidung besar, bermata merah dengan wajah pun berwarna merah dengan rambut gimbal.

Senin, 16 Januari 2012

Berlibur yang santai


Liburan memang menyenangkan. Namun liburan Anda berubah menjadi menyebalkan ketika pekerjaan datang mengganggu. Mau tahu tips liburan dengan santai? Ini dia!

Rencana liburan pasti menyenangkan. Namun rencana itu bisa rusak ketika Anda terpaksa harus mengerjakan pekerjaan saat berlibur. Alhasil bukannya bersantai, malah stres yang Anda dapat. Namun ada cara untuk mencegah hal tersebut. Ini caranya!

Indonesian Tourism


With more than 17,000 islands, Indonesia represent ONE OF THE BEST CHOICE at the time you have planning an itineraries or vacation trip. Tourism in Indonesia is an important component of the Indonesian economy as well as a significant source of its foreign exchange revenues. In 2008, the number of international tourists has reached over 6 million people who spent more than 7 billion US dollars.

Both nature and culture are major components of Indonesian tourism. The natural heritage can boast a unique combination of a vast archipelago of more than 17,000 islands, the second longest shoreline in the world, and a tropical climate. The beaches in Bali, diving sites in Bunaken, and various national parks in Sumatra are just a few examples of popular scenic destinations. These natural attractions are complemented by a rich cultural heritage that reflects Indonesia's dynamic history and ethnic diversity. One fact that exemplifies this richness is that over 700 languages are used across the archipelago. The ancient Prambanan and Borobudur temples, Toraja, Yogyakarta, Minangkabau, and of course Bali, with its many Hindu festivities, are some of the popular destinations for cultural tourism.

Tourism in Indonesia is currently overseen by the Ministry of Culture and Tourism. International tourism campaigns have been focusing largely on its tropical destinations with white sand beaches, blue sky, and cultural attractions. Beach resorts and hotels have been developed in some popular tourist destinations, especially Bali island as the primary destination. At the same time, the integration of cultural affairs and tourism under the scope of the same ministry shows that cultural tourism is considered an integral part of Indonesia's tourism industry, and conversely, that tourism is used to promote and preserve the cultural heritage.